Setting Hotspot Mikrotik

Posted on 06. Jan, 2010 by Kang Nadoel in mikrotik

Kita sering mendengar istilah Hotspot Zone, Free Hotspot dan sebagainya, tapi apakah kita tahu apa itu hotspot dan bagaimana cara membuatnya ??? berikut akan saya paparkan sedikit teknik dasar cara membangun hotspot lengkap denga radius server dan voucher untuk autentikasinya menggunakan mikrotik.

Sistem autentikasi hotspot biasa digunakan ketika kita akan menyediakan akses internet pada areal publik, seperti : Hotel, café, Kampus, airport, taman, mall dll. Teknologi akses internet ini biasanya menggunakan jaringan wireless atau wired. Biasanya menyediakan akses internet gratis dengan menggunakan hotspot atau bisa juga menggunakan Voucher untuk autentikasinya. Ketika membuka halaman web maka router akan mengecek apakah user sudah di autentikasi atau belum. Jika belum melakukan autentikasi, maka user akan di arahkan pada hotspot login page yang mengharuskan mengisi username dan password. Jika informasi login yang dimasukkan sudah benar, maka router akan memasukkan user tersebut kedalam sistem hotspot dan client sudah bisa mengakses halaman web. Selain itu akan muncul popup windows berisi status ip address, byte rate dan time live. Penggunaan akses internet hotspot dapat dihitung berdasarkan waktu (time-based) dan data yang di download/upload (volume-based). Selain itu dapat juga dilakukan melimit bandwidth berdasarkan data rate, total data upload/download atau bisa juga di limit berdasarkan lama pemakaian.

Beberapa perangkat yang saya sediakan dalam percobaan kali ini yaitu :
1. Mikrotik RB450 Sebagai hotspot dan sekaligus radius server, dimana nantinya kita akan menggunakan sistem voucher untuk user yang akan mengakses internet melalui hotspot ini.
2. Linksys WRTG54GL Sebagai akses point bagi user yang menggunakan wireless
3. Modem ADSL + Koneksi Internet dengan Speedy
4. Notebook dan PC untuk client

Supaya lebih mudah dipahami saya menggunakan Winbox.

Langkah-langkat berikut merupakan konfigurasi dasar hotspot mikrotik sebagai Gateway Server.

Kemudian tentukan IP lokal hospot yang akan ada gunakan, misal 192.168.0.1 dan Tentukan IP DHCP ke clientnya yang akan anda gunakan, dalam contoh ini adalah 192.168.0.2-192.168.0.255

Untuk SMTP Server sebaiknya anda kosongin saja, Kemudian DNS servernya anda isikan sesuaikan dengan Provider anda, dalam contoh ini adalah DNS1=202.47.78.1 DNS2=202.47.78.9

DNS lokal hotspot anda NEXT saja kemudian pada Hotspot user anda dalam contoh berikut diisi admin password admin123

Hotspot Server Profile digunakan untuk mensetting server yang akan sering digunakan untuk semua user seperti metode autentikasi dan Limitasi data rate. Ada 6 jenis autentikasi Hotspot mikrotik yang berbeda dalam profile setting, jenis autentikas tersebut adalah : HTTP PAP, HTTP CHAP, HTTPS, HTTP cookie, MAC address, Trial

Metode autentikasi yang akan digunakan, biasanya cukup menggunakan metode HTTP CHAP

Data rate limitation digunakan sebagai default setting untuk user yang belum di setting bandwidth limit pemakaiannya. Dimana RX adalah Client upload dan TX adalah Client download. Misal setting default data rate di 64k/128k (upload/download)

Hotspot user profile digunakan untuk menyimpan data user yang akan dibuatkan rule profilenya. Dimana didalamnya bisa dilakukan setting firewall filter chain untuk traffic yang keluar/masuk, juga bisa untuk mensetting limitasi data rate dan selain itu dapat juga dilakukan paket marking untuk setiap user yang masuk kedalam profile tersebut secara otomatis.

Hotspot user yaitu nama-nama user yang akan diautentikasi pada sistem hotspot. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam konfigurasi hotspot user yaitu : username dan password, Membatasi user berdasarkan waktu dan paket data yang akan digunakan, hanya ip address tertentu dari ip address dhcp yang ditawarkan atau hanya mengizinkan user untuk koneksi ke sistem hotspot dari MAC Address tertentu saja.

IP Bindings digunakan untuk mengizinkan ip tertentu untuk membypass autentikasi hotpot, ini sangat berguna sekali ketika kita ingin menjalankan layanan server, atau IP telephony dibawah system hotspot. Misal, PC atau Notebook anda untuk dapat membypass hotspot system, dengan demikian anda dapat melakukan browsing tanpa autentikasi

Selanjutnya akan dibahas bagaimana membuat radius server di dalam mikrotik itu sendiri yang tujuannya nanti untuk menggenerate user dengan system voucher. yang semuanya nanti akan diatur didalam user manager nya si mikrotik

Tags: , , ,

Untuk berlangganan artikel dan tutorial menarik
Silahkan masukan email pada kolom dibawah ini GRATIS..!

Dijajapkeun ku FeedBurner

5 Responses to “Setting Hotspot Mikrotik”

  1. abdurrahim 4 August 2010 at 10:13 am #

    bagaimana bila seandainya saya menggunakan modem TP-LINK wireles, apakah cara setting nya berbeda?

  2. Kang Nadoel 4 August 2010 at 1:14 pm #

    @abdurrahim
    btw, modem TP-LINK sebagai apa? sebagai modem router DSL apa sebagai AP utuk menyebarkan signal ke client?, karena mikrotik pada dasarnya mendapatkan bandwidth dari source (DSL MODEM) yang kemudian dilempar ke user menggunakan wireless, baik menggunakan miniPCI maupun menggunakan wireless router seperti Liinksys.

    untuk info jelasnya silahkan BUZZ saya di nada.sumbang

    jika ada yg butuh online store maupun database online silahkan kontak juga…(promo)

  3. Dipta 17 August 2010 at 4:16 pm #

    Wah manatap nih info, bagus untuk free hostpot.

  4. Kang Nadoel 18 August 2010 at 4:45 am #

    @Dipta
    silahkan dicoba….mudah2an sukses…

  5. Yes, you can download full movies. 4 September 2010 at 10:54 am #

    Thank you for such a fantastic blog. Where else could one get these kinds of data written in these kinds of an incite full way? I have a presentation that I am just now working on, and I had been looking for this kind of information.


Leave a Reply

-->